
FORKAB Aceh mengingatkan pemerintah Indonesia Agar jangan ingkar janji terhadap mantan Kombatan GAM
Bedasarkan himbauan dari presiden RI saat itu Ibu Megawati disusul oleh Pemda TK 1 Aceh waktu itu lahir lah sebuah Himbauan yg di tandatangani oleh pemerintah tingkat 1 propinsi NAD,dg isi himbauan tersebut.
Mengajak GAM yg di gunung utk turun bergabung dg pemerintah NKRI dg catatan bila GAM turun akan di berikan dan tanggung jawab pemerintah RI seperti jaminan keamanan, jaminan kesehatan, jaminan kesejahteraan dll,maka dari itu kami turun dari berbagai kabupaten kota waktu itu dan ada juga yg membawa senjata baik yg asli maupun rakitan.
Yg pasca Damai Kami di cap pengkhianat oleh GAM Paska MOU sebab mereka marah dan benci terhadap kami Krn dg kami GAM pra MOU turun gunung duluan,toh akhirnya mereka kan turun menyerah juga,intinya statusnya sama kembali ke NKRI,gak ada bedanya.
Kami GAM pra MOU udah lama diam bersabar diri menjaga perdamaian aceh dalam NKRI, bila keadilan tak sampai ke kami jgn salah kan bila suatu saat kami berontak minta merdeka krn saat ini kami gam pra mou diabaikan oleh negara dan pemerintah Daerah, apa perlu kami naik gunung selepasnya serahkan pucuk baru dimuliakan lagi??.
Saat ini kesabaran kami GAM pra MOU dan rakyat aceh adabatasan secara politik Indonesia terhadap Aceh saat ini secara ekonomi rakyat Aceh merasa terjajah ditambah kurang lapangan kerja,apa keadaan sengaja dibuat oleh pihak ketiga ingin Aceh dimiskinkan agar bangsa Aceh bangkit minta merdeka.

Harapan kami bangsa Aceh khusus nya GAM pra mou melalui media ini agar tersampaikan ke yth Bpk prabowo subianto presiden RI yg mana kami para mantan GAM yg kembali dg iklas ke NKRI masih ada di bumi Aceh.