Senin, 8 Des 2025
EkonomiHiburanNasionalPendidikanPolitik

Popda Di Aceh Timur 2024 Disoroti Kurang nya kompetensi Dan Abaikan malam tahun Baru Islam jadi sorotan publik

Aceh Timur, 7 Juli 2024 — Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Aceh Timur yang seharusnya menjadi momen kebanggaan daerah malah diwarnai kontroversi. Sambutan Pejabat Bupati (Pj Bupati) Aceh Timur dianggap amburadul dan tidak terstruktur, memicu kekecewaan di kalangan peserta dan undangan.

Tidak hanya itu, acara yang seharusnya menjadi ajang sportivitas dan semangat pelajar ini diduga telah disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak pantas. Sejumlah pihak mengklaim bahwa acara tersebut berubah menjadi “ajang Hura hura tempat berkumpulnya pria dan wanita”, yang jauh dari nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Kontroversi semakin memanas ketika kegiatan ini diduga dijadikan peringatan 1 Muharram, yang semestinya diisi dengan kegiatan religius dan reflektif.

Disisi lain banyak santri yang turun ke jalan untuk Ambi alih menyemarakkan malam tahun Baru Islam dengan mengumandangkan zikir dan ayat ayat Alquran seperti wa qulja alhaq qu dst. Dan ini bersama antara perayaan tahun Baru Islam dengan pembukaan Popda .

Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama setempat mengungkapkan kekecewaannya. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Peringatan 1 Muharram seharusnya menjadi momen introspeksi dan perenungan, bukan kegiatan yang mengarah pada hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama,” ujar salah satu tokoh agama setempat.

Selain itu, kepanitiaan Popda juga menjadi sorotan. Banyak yang mengeluhkan bahwa beberapa anggota panitia diduga tidak kompeten atau “martabak”—istilah lokal yang merujuk pada orang yang tidak kapabel atau tidak memiliki kompetensi di bidangnya. Hal ini berdampak pada buruknya penyelenggaraan acara, mulai dari logistik hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

“Kami menemukan banyak kekurangan dalam persiapan dan pelaksanaan acara ini. Beberapa anggota panitia tampaknya tidak memiliki pengalaman atau kemampuan yang memadai, sehingga acara menjadi kacau,” ungkap salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Kekecewaan peserta juga bertambah menjadi jadi karena kekurangan air bersih untuk mandi. Sehingga ada peserta yang mandi di tempat wuzuk yang berujung dimarahi oleh marbot Mesjid karena air wuzuk dipergunakan untuk mandi

Kondisi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, peserta, dan orang tua. Mereka mendesak adanya evaluasi dan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Popda tahun ini. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang dan peringatan keagamaan dapat dihormati dengan semestinya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pj Bupati Aceh Timur mengenai kontroversi ini. Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah perbaikan agar kepercayaan masyarakat dapat pulih kembali.

Jurnalis: Zulkifli Aneuk syuhada

Tags:kontroversipanitiaPopda. Ruti pop'


Baca Juga